Senin, 04 Januari 2016

KIR TARI JOGED

Dunia menulis memang tanpa ada batasannya. Ini adalah sebuah karya tulis ilmiah penulis. Tulisan dan seni menjadi sebuah kajian yang menarik untuk dikaji. Ini adalah sebuah karya tulis yang mengangkat tema tentang keadaan seni dan budaya Bali yaitu Tari Joged.
Selamat membaca...
jangan berhenti menulis dan berkarya!

JATUH NISTANYA TARI JOGED SEBAGAI TARI PERGAULAN DI BALI

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Dewasa ini, perubahan zaman membawa dampak yang sangat besar dalam berbagai hal. Dengan adanya perubahan zaman pola pikir manusia pun ikut berubah. Selain pola pikir manusia yang berubah sama halnya dengan keadaan seni dan budaya bangsa kita yang juga mengalami suatu perubahan. Dari yang tidak ada menjadi ada atau bahkan sebaliknya. Dimana seni dan budaya merupakan suatu akreditas atau ciri khas dari suatu bangsa. Seperti contohnya di Bali terkenal akan seni dan budayanya yang memberikan dampak besar bagi dunia pariwisata. Selain Bali terkenal dengan obyek-obyek wisatanya, Bali juga terkenal dengan seni ukir, seni patung, seni lukis, dan tidak kalah terkenalnya adalah seni tari. Dimana tari adalah suatu ungkapan ekspresi jiwa manusia yang dituangkan melalui gerak ritmis dan indah. Di Bali tari-tarian dibagi menjadi tiga fungsi yaitu sebagai tari wali (tari yang dipentaskan di dalam pura dan tidak menggunakan lakon atau kisah/judul), sebagai tari bebali (pengiring upacara yang dipentaskan di dalam pura atau luar pura dengan menggunakan lakon), dan yang terakhir adalah berfungsi sebagai balih-balihan (hiburan). Dimana contoh tari hiburan yang sangat terkenal dan terpopuler di Bali adalah tari joged. Tetapi, di zaman era globalisasi ini banyak seni dan budaya seperti tari joged disalahgunakan yaitu digunakan untuk mencari suatu penghasilan tersendiri dan menyimpang dari arti, fungsi dan makna dari seni budaya tari joged tersebut. Sehingga memberikan dampak yang negatif  dan merusak citra baik dari fungsi dan makna tari joged, serta semakin banyak penyimpangan yang terjadi sehingga membuat semakin terpuruknya  seni dan budaya tarian joged tersebut sebagai salah satu  tari pergaulan di Bali.
Tari joged ini adalah tarian yang sangat terkenal di Bali yang ditarikan secara berpasangan, perempuan dan laki-laki dengan mengundang partisipasi dari penonton.  Di zaman sekarang tarian joged menjadi beralih fungsi dimana tarian joged pada zaman dulu merupakan suatu tarian pergaulan atau tari rakyat yang biasanya dipentaskan untuk suasana suka cita, pada masa sehabis panen, hari raya, sebagai tarian hiburan atau pergaulan, dan biasanya juga dipentaskan pada hari-hari penting lainnya. Tetapi tidak semua tari joged berfungsi sebagai hiburan ada juga yang bersifat sakral, walaupun bersifat hiburan namun tarian jogged masih memegang teguh atau memiliki pakem-pakem tari Bali(aturan dasar menari) yang jelas, seperti ketika penari membuka layer (langse), memegang kipas, simbol-simbol dari gerakan kipas, mencari pengibing (pasangan penarinya), termazuk gamelannya (iringan alat musik tradisional)  semuanya dipentaskan dengan baik, sopan dan mengikuti pakem-pakem yang baik dan tidak arogan. Namun pada zaman sekarang tarian joged telah disalah gunakan dan fungsinya berbanding terbalik dengan fungsi sebenarnya. Pada zaman sekarang tarian joged seperti tidak memiliki identitas seperti suatu tarian pergaulan  dan seperti kehilangan  pakem-pakem yang seharusnya ada pada tarian jogged tersebut, baik dari penarinya, pengibingnya dan bahkan pengiring musiknya atau gamelannya. Sekarang tarian joged menjadi terpuruk sebagai tari pergaulan. Hal itu terlihat dari akibat adanya joged porno dimana penyebarannya melalui  kaset VCD maupun DVD yang banyak dijumpai atau di jual oleh pedagang-pedagang kaki lima. Selain itu tarian joged juga ditarikan secara asal-asalan dan memberikan anggapan yang negatif seperti penari joged yang melucuti (menarik) kain pengibingnya atau penari joged yang lebih cenderung memperkenalkan tarian goyangan hirotisnya atau tarian goyang pinggulnya sehingga pengibingnya pun juga tidak tanggung-tanggung untuk membalas dari gerakan hirotis tersebut. Selain penari dan pengibingnya, bahkan iringan musiknya atau gamelannya pun juga asal bunyi dan tidak menghiraukan ketuk irama yang sesuai.  Hal inilah yang membuat tarian joged menjadi menyimpang dan membuat kalangan masyarakat memiliki anggapan yang negatif. Oleh karena itu  seharusnya tari jogged sebagai tarian pergaulan dimana juga merupakan salah satu dari banyaknya tarian yang ada di Indonesia dimana merupakan suatu warisan seni dan budaya yang menjadi akreditas ciri khas suatu bangsa yang harus dilestarikan dan selalu memperhatikan dan mempertahankan arti, fungsi, dan makna dari seni dan budaya tari joged tersebut.


1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas yang telah diuraikan sebelumnya, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
1.      Bagaimana sejarah munculnya tari joged ?
2.      Penyimpangan apa yang terjadi pada tarian joged ?

1.3  Tujuan
Sejalan dengan rumusan masalah yang dikemukakan, maka adapun tujuan dari penelitian ini secara umum adalah sebagai berikut.
1.      Untuk mengetahui sejarah munculnya tari joged.
2.      Untuk mengetahui penyimpangan-penyimpangan yang terjadi pada tarian joged.

1.4  Manfaat Penulisan
Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada berbagai pihak sebagai berikut.
1.      Bagi para penari joged dan sekaa tari joged
Dengan adannya hasil penelitian ini dapat memberikan masukan bagi penari agar saat menari selalu memperhatikan dan menerapkan pakem-pakem (tata cara atau aturan dasar dalam tarian) yang seharusnya ada pada tarian joged tersebut, dan gerakannya pun tidak menyimpang dari fungsi dan makna tari joged sebagai tari pergaulan yang dimana merupakan warisan seni dan budaya bangsa yang harus dilestarikan. Selain gerakannya penari pun harus memperhatikan penampilannya dan tata cara busana tari joged agar tidak mengumbar hawa nafsu. Selain sang penari para sekaa pengiring joged pun harus memperhatikan alat pengiring musik tradisional dan cara memainkannya dengan ketuk irama yang baik dan tidak asal-asalan. 

2.      Bagi para pelajar
Dengan adannya hasil penelitian ini dapat memotivasi bagi para pelajar agar dapat melestarikan tari-tarian nusantara khususnya tari Bali yaitu tari joged, dimana saat ini tari joged sudah menyimpang dari fungsi dan maknanya sebagai tari pergaulan. Pelajar sebagai generasi penerus bangsa wajib melestarikan dan meluruskan fungsi dan makna dari seni dan budaya bangsa terutama pada tari joged.
3.      Bagi para kalangan masyarakat
Dengan adannya hasil penelitian ini memberikan masukan kepada masyarakat agar ikut melestarikan dan meluruskan fungsi dan makna dari tari joged tersebut sebagai warisan seni dan budaya bangsa yang patut dijaga.













BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sejarah Berkembangnya Tari Joged
            Tari joged berasal dari dua kata yaitu tari dan joged. Tari adalah suatu ungkapan ekspresi jiwa manusia yang dituangkan melalui gerak ritmis dan indah. Sedangkan joged artinya menari atau gerakan yang lincah. Dimana tari joged diakatakan sebagai tarian rakyat atau merupakan tari pergaulan di Bali yang memiliki pola gerak lincah, dinamis dan bebas. Dimana bebas dalam artian bahwa gerak-gerak dalam tarian joged tidak terikat oleh pakem dan komposisi yang ketat. Penari dapat melakukan banyak improvisasi, terutama saat meladeni partisipasi penonton laki-laki  yang turut menari dengannya. Tari ini biasanya dipentaskan untuk suasana sukacita, pada musim panen dan hari-hari besar.Tari joged mempunyai ciri khas baik dalam gerakan, iringan musik “gamelan”, dan perkembangan busananya yang seiring dengan berkembangnya zaman.
 Menurut fungsinya tari joged ada yang bersifat sakral yang digunakan untuk mengiringi ritual keagamaan, acara pernikahan,acara potong gigi,  dan ada juga yang bersifat sebagai hiburan. Menurut perkembangannya , tari joged dapat dibedakan menjadi beberapa jenis diantaranya :
1. Tari Joged Pingitan,  dimana joged ini  muncul di Bali sekitar tahun 1884. Semula merupakan tarian hiburan bagi raja, dan konon penari-penarinya adalah para selir. Dinamakan Joged Pingitan karena di dalam pementasan tarian ini ada hal-hal pingit (tabu), dimana pengibing (penari laki-laki) hanya diperbolehkan menari mengimbangi gerakan penari joged. Dia sama sekali tidak diperbolehkan menyentuh bagian tubuh mana pun dari sang penari joged. Jika dilanggar, diyakini akan menyebabkan hal-hal yang mencelakkan penari atau pengibing itu sendiri. Dalam pementasannya Joged Pingitan membawakan suatu lakon dengan iringan gamelan tingklik bambu berlaras Pelog (lima nada). Tabuh-tabuh yang biasa dimainkan meliputi: Bapang Gede, Condong, Legong, Calon Arang dan Grandangan.
2.Tari Joged Adar, dimana tari joged ini merupakan tari pergaulan yang sudah di jaga dan dikembangkan oleh masyarakat, selain itu tari ini juga diiringi dengan munculnya Tari Joged Andir yang merupakan sejenis tari pergaulan yang pementasannya dikaitkan dengan ritual keagamaan dan kepercayaan.
3. Tari joged Gandrung, dimana tari ini ditarikan oleh laki-laki yang berhias dan berpakaian perempuan. Joged Gandrung diiringi seperangkat Gamelan Tingklik berlaras pelog yang terbuat dari bambu.
4. Tari Joged Gebyok, dimana tari joged ini merupakan jenis tari joged yang diiringi dengan bumbung gebyog yang ritmis berlaras slendro. Jenis joged ini hanya terdapat didaerah Bali bagian barat yaitu di kabupaten Jembrana. Tari Joged Gebyog ini menggambarkan ibu-ibu rumah tangga yang menumbuk padi dengan riang-gembira.
5. Tari Joged Dadua dimana tari joged ini muncul pada tahun 1920-an di Puri Kediri dan sering disebut dengan Joged Duwe. Joged ini hanya terdapat di Banjar Suda Kanginan (Tabanan). Tarian ini merupakan tarian ritual keagamaan di pura-pura yang terdapat di wilayah Banjar Suda Kanginan.
6. Tari Joged Leko dimana tari ini muncul pada tahun 1930-an. Tari joged ini terdapat di tiga desa yakni Desa Sibang Gede (Badung), Desa Tunjuk (Tabanan) dan Desa Pedem (Jembrana). Hal yang paling menarik pada tari joged ini adalah pada saat tari Joged Leko menampilkan kisah calonarang, dimana pada saat dalam adegan perkelahian tiba-tiba penari Joged Leko mengamuk atau seperti kesurupan.
7. Tari Joged Bisama dimana tari joged ini tidak begitu terkenal karena tidak banyak informasi mengenai tarian ini yang hanya terdapat di Desa Bongan Gede (Karangasem). Tari joged ini juga tergolong tarian hiburan yang mulai disakralkan untuk mengiringi ritual upacara keagamaan.
8. Tari joged Bungbung dimana tari Joged Bungbung muncul di daerah Bali utara sekitar tahun 1946. Seiring perkembangannya tarian ini menjadi sangat populer pada tahun 1950an. Tari joged ini diiringi dengan gamelan tingklik bambu berlaras Slendro yang disebut Grantang atau Gamelan Gegrantangan.
2.2 Penyimpangan yang Terjadi pada Tari Joged
            Tari joged adalah salah satu tari yang membawa sebuah kipas, dimana tari ini adalah tari yang menggambarkan sebuah kisah percintaan antara dua si joli, dimana tari ini adalah salah satu gambaran bagi anak-anak remaja di dalam bercinta agar tidak mudah menyerah dan bagaimana dia harus mampu mempertahankan harga diri dan kehormatannya sebagai seorang wanita yang sedang diganggu oleh lawan jenisnya. Tari joged sebagai tari yang memiliki dua fungsi yaitu sebagai hiburan dan sebagai tari sakral yang dikaitkan dengan ritual agama. Dimana perbedaan fungsi tari joged sebagai tari hiburan sangat berbeda dengan zaman dulu apabila dibandingkan dengan zaman sekarang. Di zaman era globalisasi ini tari joged sangat terpuruk sebagai tari pergaulan karena jatuh nistanya tarian ini akibat adannya tari joged porno, baik yang dipentaskan secara langsung ataupun yang tersebar lewat VCD yang banyak dijual oleh pedagang kaki lima. Tari joged dikatakan menyimpang karena hal itu sangat nyata dan banyak dijumpai pada setiap pementasan hiburan tari joged. Seperti halnya  dimana ada penari joged yang melakukan adegan-adegan yang menimbulkan kesan negatif dan porno, seperti halnya sering ada penari joged yang berani melucuti (menarik) kain sang pengibing (lawan penarinya), dan bahkan ada yang berani untuk memperkenalkan goyang pinggulnya yang hirotis dan terkesan porno. Akhir-akhir ini tari joged sudah ditarikan secara asal-asalan bahkan  iringan musik atau gamelannya pun juga asal bunyi. Dulu tari joged sebagai tari pergaulan memiliki pakem yang jelas. Bagaimana dia menari membuka layar (langse), bagaimana memegang kipas, bagaimana simbol-simbol dari gerakan kipas itu, bagaimana mencari pengibing (teman menari yang biasanya pria). Tetapi kenyataannya pada zaman sekarang tari joged sudah menyimpang dan kehilangan fungsinya sebagai tari rakyat atau tari pergaulan. Dengan penyimpangan tersebut mengakibatkan banyaknya muncul dampak yang negatif karena penyimpangan terjadi dapat merusak moral dan karakter seseorang dan dengaan adannya VCD joged porno yang beredar sehingga dapat ditonton oleh anak-anak, remaja dan masyarakat luas sehingga menimbulkan pengaruh negatif di kalangan masyarakat sehingga terjadi pelecehan seksual di bawah umur. Begitu pula perangkat musik sebagai iringan gamelannya juga mengalami penyimpangan. Dulu perangkat musiknya memakai angklung bambu (gerantangan), bisa memakai angklung logam (angklung kebyar), memakai geguntangan, gong kebyar, bahkan hanya ''musik mulut'' yaitu genjek. Namun pada zaman sekarang, gamelan “musik” yang dihasilkan bisa seperti Gandrung Banyuwangi, atau gaya Jaipongan Sunda, bahkan tidak jelas lagi iramanya seperti mirip improvisasi penyanyi dangdut dengan goyangannya yang hirotis. Semua ini tanpa disadari telah menjatuhkan kesenian joged sebagai tari pergaulan khas Bali yang dulu sangat dikagumi dan dipopulerkan oleh masyarakat.
















BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Berdasarkan rumusan masalah dan pembahasan yang telah dipaparkan, maka dapat ditarik simpulan sebagai berikut.
1.Berdasarkan sejarah munculnya tari joged, dimana tari ini merupakan salah satu tari rakyat atau tari pergaulan yang sangat terkenal di Bali yang mengisahkan sebuah percintaan dimana dia harus mampu mempertahankan harga diri dan kehormatannya sebagai seorang wanita yang sedang diganggu oleh lawan jenisnya. Menurut fungsinya tari joged dapat dibedakan menjadi tari joged yang bersifat sakral seperti tari Joged Pingitan, Joged Dadua, dan Joged Andir, selain bersifat sakral ada pula tari joged yang berfungsi sebagai hiburan seperti contohnya yang paling terkenal sebagai hiburan adalah tari Joged Bungbung.
2.Di zaman era globalisasi ini tari joged banyak mengalami penyimpangan baik dari cara sang penari menari dan bahkan iringan musiknya “gamelan”. Selain itu tari joged telah disalah gunakan yaitu menjadi sebuah tarian yang terkesan porno sehingga dapat merusak moral dan menimbulkan kesan dan pengaruh yang negatif.

3.2  Saran
Dalam kesempatan ini, penulis mengajukan beberapa saran berikut.
1.       Kepada seluruh sekaa tari joged agar tetap melestarikan dan mengembangkan serta meluruskan arti, fungsi dan makna dari tari joged sehingga tidak terjadi penyimpangan yang akan membawa dampak yang negatif nantinya.
2.       Kepada kalangan masyarakat serta para pelajar agar ikut melestarikan tari joged sebagai tari pergaulan yang merupakan warisan seni dan budaya bangsa.
3.      Kepada para peneliti yang lain disarankan untuk mengkaji penyimpangan tari joged dalam ruang lingkup lebih luas.
DAFTAR PUSTAKA

1 komentar:

  1. RGT launches a $1.2 billion mobile casino, sportsbook
    RGT has launched a new online 상주 출장안마 casino, RGT, to integrate 김해 출장마사지 with the mobile 전라북도 출장샵 casino platform 여주 출장샵 and in-game 당진 출장안마 gambling options.

    BalasHapus